You are currently viewing Arahan Kapolres Sorong Saat Apel Pagi, mari kita lakukan hal yang baik karena memang kita orang-orang baik

Arahan Kapolres Sorong Saat Apel Pagi, mari kita lakukan hal yang baik karena memang kita orang-orang baik

Bertempat di halaman Apel Polres Sorong, Kepala Kepolisian Resor Sorong AKBP, Yohanes Agustiandaru, S.H,. S.I.K,. M.H memimpin langsung kegiatan Apel Pagi, Senin (19/06/2023).

Apel pagi dalam organisasi Kepolisian merupakan kewajiban bagi setiap anggota Polri, selain untuk mendengarkan arahan pimpinan, apel pagi juga bermanfaat untuk melatih kedisiplinan dan tanggung jawab untuk setiap anggota Polri.

Kegiatan Apel Pagi dipimpin langsung oleh Kapolres Sorong AKBP Yohanes Agustiandaru, S.H,. S.I.K,. M.H dan diikuti oleh Wakapolres bersama para kabag, Kasat, kasi, kapolsek, seluruh Perwira dan personil Polres Sorong.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres Sorong mengajak seluruh Personelnya untuk meningkatkan Disiplin dan Kinerja sesuai tugas pokoknya masing-masing serta Meningkatkan Pelayanan kepada Masyarakat.

AKBP Yohanes Agustiandaru, S.H,. S.I.K,. M.H juga menyampaikan Ucapan terima kasih atas pelaksanaan rekan-rekan sekalian atas tugas selama 1 minggu kemarin yang banyak sekali membantu mengamankan kegiatan-kegiatan masyarakat dalam rangka HUT Kabupaten Sorong ke 56 dan ada beberapa kegiatan seperti jalan sehat dan lomba PBB Festival budaya yang kita selenggarakan, bersama-sama dengan kegiatan kita dalam rangka HUT Bhayangkara ke-77.” Ujar Kapolres

Kapolres mengingatkan kembali kepada personil bahwa dalam rangka menanggulangi gangguan Kamtibmas, bahwa kita semua sudah dibagi-bagi tugas-tugasnya yaitu:

Tindakan pre-emtif merupakan tindakan kepolisian untuk melaksanakan tugas kepolisian dengan mengedepankan himbauan dan pendekatan kepada masyarakat dengan tujuan menghindari munculnya potensi-potensi terjadinya permasalahan sosial dan kejahatan di masyarakat. Tindakah pre-emtif Polri ini dilakukan dengan komunikasi yang bersifat persuasif dan mengajak masyarakat untuk melakukan hal yang seharusnya dilakukan dan tidak melakukan hal-hal yang dilarang menurut aturan dan norma sosial kemasyarakatan. Tindakan pre-emtif ini dilakukan oleh fungsi pembinaan masyarakat (Binmas). Contoh kegiatan yang dilakukan adalah dengan melakukan sosialisasi tentang bahaya-bahaya kejahatan.

Disamping itu, dikenal pula tindakan preventif Polri. Tindakan preventif merupakan tindakan Polri yang dilakukan dengan tujuan untuk mencegah tindakan-tindakan masyarakat agar tidak mencapai ambang gangguan dan menjadi gangguan nyata. Tindakan preventif ini dilakukan dengan cara mencegah secara langsung terhadap kondisi-kondisi yang secara nyata dapat berpotensi menjadi permasalahan sosial dan tindakan kejahatan. Tindakan Preventif sendiri dilaksanakan oleh fungsi Sabhara dan Intelijen Polri. Pada bagian ini, fungsi-fungsi kepolisian tersebut bekerja agar dapat mencegah terjadinya tindakan kejahatan yang bisa membahayakan keamanan dan ketertiban masyarakat. Contoh tindakan preventif ini dilakukan dengan cara patroli pada daerah rawan kejahatan oleh fungsi sabhara dan penyelidikan oleh fungsi intelijen terhadap rencana-rencana kejahatan yang akan dilakukan.

Dan tindakan terakhir yang dilakukan Polri adalah tindakan represif. Tindakan Represif merupakan kepolisian yang dilakukan dengan tujuan menghadirkan keadilan dengan cara menegakkan hukum terhadap para pelanggar hukum di Indonesia. Tindakan represif menjadi tindakan paling akhir yang dilakukan Polri apabila tindakan pre-emtif dan preventif Polri tidak berhasil. Ketika suatu perbuatan masyarakat telah menimbulkan gangguan dan ancaman yang dapat merugikan orang lain, maka tindakan represif akan dilakukan oleh Polri. Tindakan represif sendiri diemban oleh fungsi reserse kriminal (Reskrim). Tindakan represif dilakukan dengan cara penyelidikan dan penyidikan terhadap perbuatan yang diduga sebagai tindak pidana.”tutup Kapolres

Humas polres Sorong

Bagikan Artikel ini

Leave a Reply